Otaku

4 Oct

Otaku (おたく?) adalah istilah bahasa Jepang yang digunakan untuk menyebut orang yang betul-betul menekuni hobi atau kata ganti orang kedua yang paling sopan dalam bahasa Jepang baku, setara dengan kata “Anda” dalam bahasa Indonesia.

Sejak paruh kedua dekade 1990-an, istilah Otaku mulai dikenal di luar Jepang untuk menyebut penggemar berat subkultur asal Jepang seperti anime dan manga, bahkan ada orang yang menyebut dirinya sebagai Otaku.

Istilah otaku kemungkinan besar berasal dari percakapan antar penggemar anime yang selalu menyapa lawan bicara dengan sebutan Otaku (お宅, Anda?) yang merupakan bentuk paling sopan untuk kata ganti orang kedua dalam bahasa Jepang. Pada perkembangan selanjutnya, istilah otaku ditulis dengan aksara katakana otaku (オタク?) atau wotaku (ヲタク?) untuk membedakan istilah slang dengan kata ganti orang kedua dalam bahasa Jepang baku.

Generasi otaku di Jepang

  • Otaku generasi pertama (kelahiran paruh pertama tahun 1960-an)
Otaku generasi pertama dibesarkan sebagai penggemar Fiksi sains di saat masyarakat umum masih mengganggap anime sebagai konsumsi anak-anak. Gekiga yang dimaksudkan sebagai bacaan orang dewasa lalu mulai dikenal secara luas. Otaku generasi pertama juga mulai ikut-ikutan membaca Gekiga. Di Jepang, generasi kelahiran tahun 1960-an disebut generasi Shinjinrui (Generation X) yang sewaktu kecil takjub dengan monster yang bisa berubah bentuk dan menyenangi Tokusatsu.
  • Otaku generasi II (kelahiran sekitar tahun 1970-an)
Di masa kecil membaca Space Battleship Yamato, Mobile Suit Gundam yang nantinya menjadi bekal penting untuk menjadi otaku. Masyarakat Jepang mulai menerima kehadiran otaku. Sebagian otaku generasi II tidak bisa membedakan antara dunia fiksi sains dengan alam nyata, misalnya Gundam-otaku (Gun-ota). Permainan video dekade 1980-an juga menjadi kegemaran otaku generasi II. Pada saat yang sama, masyarakat mulai menaruh praduga terhadap otaku akibat kasus pembunuhan heboh dengan pelaku seorang otaku. Di kalangan anak sebaya, otaku mulai mendapat perlakuan diskriminasi.
  • Otaku generasi III (kelahiran sekitar tahun 1980-an)
Di masa kecil membaca Neon Genesia Evangeleion, otaku generasi III sekarang menjadi inti gerakan Sekai kei. Anak-anak dari otaku generasi I mulai menjadi otaku sehingga citra negatif otaku semakin berkurang dan otaku hanya dianggap sebagai salah satu hobi. Di kalangan otaku generasi III, kecenderungan Moe sudah menjadi istilah yang disepakati bersama, sekaligus sebagai prinsip dan tujuan. Otaku generasi III makin tenggelam di dalam dunia yang digambarkan manga, dan bahkan sampai menyenangi high culture yang ada di

Sepuluh Manga Terlaris Paro Pertama 2010 Versi Oricon

4 Oct

1. One Piece – Oda Eiichirou- 15.220.095 -Shueisha
2. Naruto – Kishimoto Masashi – 4.178.597 – Shueisha
3. Fairy Tail – Mashima Hiro – 3.616.942 – Kodansha
4. Fullmetal Alchemist – Arakawa Hiromu – 3.169.048 – Square Enix
5. Nodame Cantabile – Ninomiya Tomoko – 3.029.300 – Kodansha
6. Bleach – Kubo Tite – 2.626.932 – Shueisha
7. Kimi ni Todoke- Shiina Karuho – 2.533.556 – Shueisha
8. Gintama – Sorachi Hideaki – 2.376.060 – Shueisha
9. Katekyo Hitman Reborn! – Amano Akira – 2.083.508 – Shueisha
10. Bakuman – Tsugumi Ohba & Obata Takeshi – 1.574.448 – Shueisha

Anime Cosplay Indonesia

4 Oct

This slideshow requires JavaScript.

Cosplay (コスプレ) adalah istilah dari bahasa Inggris buatan Jepang (wasei-eigo) yang berasal dari gabungan kata “costume” (kostum) & “play” (bermain). Cosplay artinya hobi mengenakan pakaian beserta aksesori dan rias wajah seperti yang dikenakan tokoh-tokoh dalam anime, manga, dongeng, permainan video, penyanyi dan musisi idola, dan kartun Nickelodeon. Orang yg melakukan cosplay disebut cosplayer, Di kalangan penggemar, cosplayer juga disingkat sebagai layer.
Cosplayer adalah orang yang mengenakan pakaian/kostum/cosplay. Kebanyakan costume yang digunakan dari Jepang. Di Indonesia sangat jarang ditemukan Cosplayer yang mengenakan pakaian dari komik luar asia, beberapa menggunakan tipe eropa tetapi dikarenakan di ambil dari manga/manwa bukan dari komik luar asia.
Pada awalnya cosplay tidak begitu banyak di kenal di Indonesia. Pada awal 2000-an, beberapa event seperti Gelar Jepang UI mengadakan Event Cosplay. Tetapi saat itu belum ada yang berminat, cosplay pertama saat itu hanyalah EO dari acara Gelar Jepang tersebut
Beranjak dari Event Jepang, beberapa pemuda-pemudi (kebanyakan pemudi) di Bandung memperkenalkan gaya Harajuku dan hadirnya cosplayer pertama yang bukan merupakan EO saat itu. Berlanjut hingga sekarang, hampir tiap bulannya selalu ada event cosplay di Jakarta.
Beberapa grup Cosplay di indonesia seperti Infiniteam, The Endless Illution, Cosparty, ORC, AAC, MaCherie, Machipot, dan lainnya. Semakin lama semakin bertambah peminat cosplay di Indonesia.
Beberapa event yang sering hadir adalah:

  • Gelar Jepang. Biasanya ada di Universitas. Umumnya di UI
  • Bunkasai. Biasanya ada di Universitas.
  • Hellofest.
  • Animonster event. Beberapa event yang disponsori oleh animonster termasuk event cosplay di dalamnya.
  • Extravaganza, Cosplayer berdialog kocak, cosplay kartun Nickelodeon dan anime Jepang dijadikan satu dalam Extravaganza di bagian cerita yang berjudul “Sasuke”, Putri Salju muncul dibagian selanjutnya.

Mayn – Kimi Shinitamou Koto Nakare

4 Oct

Vocals: May’n
Lyrics: Iwasato Yuho
Composition: Honma Akimitsu
Arrangement: Honma Akimitsu

May’n – Kimi Shi ni Tamou Koto Nakare

donna basho de donna koe de dou shitai tte
ai wa naiteru ndarou

sou ja nai
sekai wa tokku ni owatteru nda
hajimari nante miataranai

wakaru yo
kimi ga misenai itami no zenbu
kono karada de kanjitai kara

jibun ni nani ga dekiru ka dou ka nante
hashiridashite hajimete kizuku deshou

kimi shinitamou koto nakare
yami no hate me o korashita yo
doko de donna koe de dou shitai tte
ai wa naiteru ndarou

utsukushii mori to kiyoraka na mizu o wasure
kono machi wa odorihajimeta

dare hitori kizutsukenaide ikiteyuku no wa
muzukashii koto na no desu ka

tadashii koto mo nikushimi ya ikari mo
koegaku you ni subete meguru kedo

kimi shinitamou koto nakare
kimi no tame taorete mo haiagaru
ano hi terashita yuuhi ga
kawashita kanjou ga kono mune ni aru kara

ikitemiro ai o tsunage
todoiteru? kono tamashii ga…
doko de donna koe de dou shitai tte
ai wa naiteru

kimi shinitamou koto nakare
kimi no tame taorete mo haiagaru
ano hi terashita yuuhi ga
kawashita kanjou ga kono mune ni aru ka

Ao no Exorcist

4 Oct

Ao no Exorcist atau Blue Exorcist. Yang di buat oleh Kazue Kato dalam bentuk manga dan anime. Anime series tersebut kemudian di tayangkan di MBS pada tanggal 10 April 2010 secara langsung. Tema lagunya dibagi menjadi 4 bagian. 2 untuk pembuka dan 2 untuk penutupnya. Anime seri ini hanya sampai 25 episode saja. Kemudian DVD  Ao no Exorcist tersebut dirilis 20 April 2011 kemarin.

 

 

Nodame Cantabile

4 Oct

Megumi Noda, or “Nodame” is a piano student at Momogaoka College of Music. An extremely talented pianist who wants to be a preschool teacher, she prefers playing by ear rather than reading the music score. She is messy and disorganized, takes baths several days apart and loves to eat, sometimes stealing her friend’s lunchbox when it is filled with delicacies.

Shinichi Chiaki is Momogaoka’s top student. Born into a musical family, he is talented in piano and violin and has secret ambitions to become a conductor. An arrogant multi-lingual perfectionist who once lived abroad in the music capitals of the world as a young boy (namely Prague), he is trapped in Japan because of his childhood phobia of airplanes and the ocean.

They meet by accident. Nodame quickly falls in love, but it takes much longer for Chiaki to even begin to appreciate Nodame’s unusual qualities. Their relationship causes them both to develop and grow. Along the way, they meet some crazy people (like Masumi, Mine, and Stresemann) and make lasting friendships. Because of Nodame, Chiaki gets the opportunity to lead a student orchestra and begins to have a broader appreciation of people’s musical abilities. Because of Chiaki, Nodame faces her fears and enters a piano competition. Opportunities open up as both begin taking risks, stretching themselves far more than they ever thought possible.

After graduation, Nodame succeeds in curing Chiaki from his phobia and they both move to Paris where Nodame continues her piano studies at the Conservatoire De Paris while Chiaki starts a professional career as a conductor. In Europe, they encounter new friends and rivals, as well as keep in touch with their friends from Japan.

Katsu

3 Oct